Tampilkan postingan dengan label fajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fajar. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Desember 2008

Ikut lomba mewarnai (lagi)

Setelah vakum selama beberapa bulan, akhirnya Kak Fajar ikut lomba mewarnai lagi. Lomba yang diikuti kakak ini bertempat di balai desa Mlati dalam rangka HUT Desa Mlati, Sleman. Sebagai informasi, KaDes Mlati yang baru beberapa bulan dilantik ini adalah Pak Damanhuri yang kami lebih senang menyebutnya dengan sebutan Pak Daman, suami dari Bu Daman (Muslimatun Damanhuri), bidan langganan keluarga kami berobat sebelum harus ke dr. Noormanto.

Bukan hasil dari lomba tersebut (yang lagi-lagi tidak dapat dimenangi Fajar), tapi kemajuan Kak Fajar dalam menyelesaikan karya mewarnainya yang saya cermati. Perkembangan fisik kakak rupanya membuat dia lebih berstamina untuk menyelesaikan mewarnai sampai selesai, sesuatu yang dulu jarang bisa dilakukannya.

Selesai lomba tersebut juga kami memberi masukan pada kakak supaya mengubah prinsip orientasi lombanya. Kakak mempunyai prinsip, siapa cepat selesai dia yang menang. Tentu prinsip ini bagus juga, karena dia dapat menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu, namun yang tidak kalah penting tentu bagaimana kualitas karya yang kita hasilkan. Tidak dapat piala, kakak dapat doorprize dari keberaniannya menyanyi di stage.

Memandang alam dari atas bukit,
sejauh pandang kulepaskan.

Sungai tampak berliku,
sawah hijau membentang,
bagai permadani di kaki langit.

Gunung menjulang,
berpayung awan,
O indah pemandangan.
gambar : mo difoto dgn hadiahnya, udah kabur duluan

Selasa, 01 April 2008

Menang Drumband


Memasuki masa TK, Fajar sangat antusias dengan kegiatan drumband. Baginya memukul drum, merasakan sensasi bunyinya, mengikuti iramanya merupakan suatu kenikmatan tersendiri. Oleh karena itu kami dan bu guru PGnya (bu nur) sangat kaget ketika dalam lomba yang diadakan di Purawisata, sempat nama Fajar tidak termasuk yang diberangkatkan lomba. Pasti suatu pukulan buat dia, padahal saya kira inilah kesempatan besar Fajar untuk berprestasi, apalagi TKnya (TK Taruna Imani Yk), merupakan TK langganan juara drumband. Namun akhirnya, kekhawatiran itu sirna ketika Fajar masuk dalam tim yang akan ikut lomba walaupun karena sedikit 'keberuntungan'. Kata bu gurunya posisi alat ada yg kosong karena yang pegang alat tersebut digeser ke Bendera. Ah jadilah, yang penting ikut!

Masuk ke acara lomba (30 Maret 2008), dengan sedikit tidak sabar kami menunggu Fajar dan tim TK Taruna Imani pentas. Rasa haru dan bangga terselip ketika tim maju ke lokasi pentas. Fajar sang penabuh Tenor, keliatan kecil di sana (memang seumurannya dia bukan termasuk anak yang tinggi). Tapi Fajar terlihat bersemangat dan menikmati lomba tersebut. Mata Bunda juga sempat berkaca-kaca.

Memang ada yang berbeda dari Tim Taruna Imani memang dengan tim lainnya. Ketika memukul drum misalnya, sang pemukul akan membusungkan perutnya sehingga dari jauh kelihatan 'mumbul-mumbul'. Lucu sekali. Lalu mayoretpun dapat menunjukkan aksi yang berbeda dan konsisten. Memutar tongkat, tukar tongkat antar mayoret, memutar tongkat sambil berbaring. Salah satu dari mayoret (ada 2) adalah siswa favorit di TK-B, namanya mbak Diva. Sementara itu penari paling depan yang kami perhatikan adalah Anjli, teman sekelas Fajar. Anak ini memang berbakat dan terlihat dari tariannya yang bisa sambil tersenyum. Cara memberi hormatnya unit, sang mayoret mengangkat tangan seperti hormat sambil menekuk lutut kanan dan kaki kiri ke belakang, sementara pasukannya menundukkan kepala. Karena pasukan semua menggunakan topi, maka jadi terlihat topinya saja yang biru-kuning itu, sangat menarik! Lalu dari sisi musikal, ada gebukan snar drum diantara nada-nada utama dan drum yang lain.

Usai lomba, karena hari sudah siang dan suasana sudah tidak kondusif lagi (panas, mengantuk, dan anak-anak belum makan), maka kami memutuskan langsung pulang.

Esoknya alhamdulillah.. Fajar dan timnya Juara 1!! selamat ya anakku yang hebat!

Perkembangan kesehatan fajar sejak kecil

Kesehatan Si Kecil Fajar tidak begitu sukses. Beberapa masalah medis mengganggu si kakak. Berikut cuplikannya.

Sirkumsisi
Karena mendapat anugrah penyempitan pada ujung saluran kencingnya, Fajar harus menjalani sirkumsisi (khitan) di usia 6 bulan. Sedih rasanya melihat tubuh kecil itu mendapat anastesi. Lebih sedih lagi ketika ia harus berpuasa setengah jam setelah sebelumnya sejak malam juga harus berpuasa. Mudah-mudahan sang dokter bedah yang terlambat datang pada saat operasinya dapat meningkatkan kinerjanya di masa datang.

Diare Akut
Usia hampir ulang tahunnya yang pertama, Fajar mendapat serangan muntaber yang sangat menakutkan. Badannya lemas dan muntah terus. Perlu opname 2 minggu plus full infus sampai ia cukup pulih. Secara fisik, penyakit itu telah mengurangi bobot Fajar secara drastis, padahal tadinya sangat gemuk dan chubby (sampai susah bergerak). Hikmahnya, dengan bobot badan yang enteng saat itu juga dia sudah belajar berjalan. Secara mental, infus dan cekokan obat yang diterimanya membuat dia takut dengan orang-orang baru, dan itu terasa sampai saat sekarang. Buat para orang tua... beware of dhiarrea!!!

Tuberculosis
Ini dia masa-masa yang cukup mengkhawatirkan. Bagaimana tidak, 9 bulan terapi 3 macam obat harus dilaluinya! Untunglah pada saat itu kami punya Rusmini, pembantu kami yang berjiwa seorang kakak dan cukup pintar dan kuat untuk mengasuh, memberi obat, menyuapi Fajar.

Flek membuat Fajar luar biasa susah untuk makan, penyakit ini kurasa mendidik mentalnya menjadi 'lembam'. Ini menjad pe-er buat kami ortunya.

Telinga
Fajar memiliki masalah dengan telinganya. Pernah suatu malam dia merasa kemasukan semut sampai gak bisa bobo, sampai kami bawa ke UGD Sardjito. Ternyata kotoran telinganya berjenis keras sehingga harus dimaintain secara berkala ke rumah sakit untuk dibuang. Saat ini kami juga curiga dengan sikapnya yang kadang-kadang kurang respon kalo dipanggil dengan volume normal dan dalam kondisi dia tidak menyadari kalo ada yang memanggil. Ada kemungkinan : masalah telinga (pendengaran), konsentrasi yang terlalu penuh terhadap sesuatu, atau (lagi-lagi) lembam.

Perut
Tahun 2007 Fajar mendapat masalah dengan perutnya. Dokternya (dr. Titis dan dr. Amalia) bilang ini kemungkinan adalah Gastritis. Fajar harus banyak makan sayur dan buah.

Lagu sebelum bobo'

by Bunda

Fajar Faris sayang,
Anakku sayang,
Anakku tersayang,
Bobo Fajar Faris, anakku.

Bobolah Fajar dan Faris, anakku
Bobolah, anakku...sayangg..

(taken from japanese songs)

Muhammad Fajar Ash-Shiddiq

Fajar lahir di RS Condong Catur (ex PKU Muhammadiyah Sleman) dengan metode spontan (normal). Waktu itu jam menunjukkan pukul 6.30 WIB. Dengan susah payah bundanya melalui proses bersalin. Sebagai gambaran, Fajar sempat terjepit tak bisa keluar dari rahim bundanya. Tak ada tangisan langsung dari bocah kecil itu (mungkin akibat kesulitan itu). Paramedis yang ada di sana menepuk2 pantatnya sambil yang lain menyemangati supaya ia menangis. Akhirnya tangisan itu pecah, melegakan hati semua yang ada di situ saat itu.

Diberi nama Fajar, bukan karena lahirnya di pagi hari. Tapi sebagai simbolisasi harapan baru bagi kami, Ayah bundanya. Ash-Shiddiq artinya yang berkata benar. Mudah-mudahan membawa keberkahan bagi dirinya dan lingkungannya.