Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Desember 2008

Tremenza Syrup

Dalam pengobatan Flu, Fajar dan Faris sering diberi obat Tremenza, terutama kalo berobat dengan dr. Noormanto Sp.A (kalo Bu Daman sih lebih senang menggunakan etaflucyn yang udah all-in (udah sekalian penurun panas dsb).. ya anak2 cocok jg sih) kemudian digabung dengan penurun panas (jika perlu) dan antibiotik (jika ada infeksi radang).

Kandungan :
Pseudoephedrine HCl 30 mg
Triprolidine HCl 1.25 mg

Fungsi per Unsur:
Pseudoephedrine = Dekongestan. Memperkecil saluran darah sehingga saluran pernapasan menjadi lebih lebar
Triprolidine = Antihistamin. Mengurangi reaksi alergi (gatal di tenggorokan, sesak nafas, dsb karena flu) dengan cara 'menetralkan' histamin yaitu zat yang dihasilkan karena terpicu reaksi ikatan alergen dengan Imunoglobin E. Histamin inilah yang menyebabkan berbagai reaksi tubuh yang disebut alergi tadi.
HCl = pelarut

Dosis
3-4xsehari,
dewasa dan anak 12 th atau lebih: 1 tablet atau 2 sdt;
anak 6-12 th: 1/2 tablet atau 1 sdt;
2-5 th: 1/2 sdt.

URL:
www.kimiafarmaapotek.com
http://zulliesikawati.staff.ugm.ac.id/?tag=antihistamin
http://members.fortunecity.com/allertis/dekongestan.htm

update:
Ternyata menurut pak dokter, penggunaan tremenza tidak boleh diberikan pada kasus nafas sesak, karena tremenza dapat mengentalkan cairan/lendir yang ada sehingga nafas tambah sesak. Antihistamin yang disarankan dr. Noormanto untuk penderita asma adalah Cetrizine 5mg/5ml (merk:Ozen) 1 kali sehari 3/4 tsp.

Selasa, 08 April 2008

A Car To Avoid Wind Effect

Our new home means new location to live in. It pushes us to make some significant unpredicted expenditure to keep our healthness. We have just force our money for buying 2 legged spring beds for children to avoid the bad effect from cool floor.

Now, every morning and evening (go out and go home) are a worrying moment. Yes, we're so worry about our family health, especially for children. As informed in many writing, wind (especially for vehicle when we ride it) can make some health degradation. As Fajar have been in 9 months treatment for TBC before, it makes us more concern how to avoid the wind eventhough he doesn't get motion sickness again in the road.

As my last post about new school trial, moving children to new school have not yet solved the problem. Moreover, in this place (deep village="kampung"), going outside is like long a journey and also still worrying. Well, yes, our new priorities is buying a car now. We hope that we can save enough money in ASAP. Not a new and expensive one, maybe, but comfortable enough and still good in machine.

Selasa, 01 April 2008

Perkembangan kesehatan faris sejak kecil

Si periang Faris termasuknya anak yang cukup kuat. Sakit yang dideritanya hanya sakit-sakit biasa seperti demam karena flu dan sebagainya. Kami semua sangat bersyukur kepada Tuhan, apalagi kelihatannya bobot badannya sekarang sudah bertambah.

Perkembangan kesehatan fajar sejak kecil

Kesehatan Si Kecil Fajar tidak begitu sukses. Beberapa masalah medis mengganggu si kakak. Berikut cuplikannya.

Sirkumsisi
Karena mendapat anugrah penyempitan pada ujung saluran kencingnya, Fajar harus menjalani sirkumsisi (khitan) di usia 6 bulan. Sedih rasanya melihat tubuh kecil itu mendapat anastesi. Lebih sedih lagi ketika ia harus berpuasa setengah jam setelah sebelumnya sejak malam juga harus berpuasa. Mudah-mudahan sang dokter bedah yang terlambat datang pada saat operasinya dapat meningkatkan kinerjanya di masa datang.

Diare Akut
Usia hampir ulang tahunnya yang pertama, Fajar mendapat serangan muntaber yang sangat menakutkan. Badannya lemas dan muntah terus. Perlu opname 2 minggu plus full infus sampai ia cukup pulih. Secara fisik, penyakit itu telah mengurangi bobot Fajar secara drastis, padahal tadinya sangat gemuk dan chubby (sampai susah bergerak). Hikmahnya, dengan bobot badan yang enteng saat itu juga dia sudah belajar berjalan. Secara mental, infus dan cekokan obat yang diterimanya membuat dia takut dengan orang-orang baru, dan itu terasa sampai saat sekarang. Buat para orang tua... beware of dhiarrea!!!

Tuberculosis
Ini dia masa-masa yang cukup mengkhawatirkan. Bagaimana tidak, 9 bulan terapi 3 macam obat harus dilaluinya! Untunglah pada saat itu kami punya Rusmini, pembantu kami yang berjiwa seorang kakak dan cukup pintar dan kuat untuk mengasuh, memberi obat, menyuapi Fajar.

Flek membuat Fajar luar biasa susah untuk makan, penyakit ini kurasa mendidik mentalnya menjadi 'lembam'. Ini menjad pe-er buat kami ortunya.

Telinga
Fajar memiliki masalah dengan telinganya. Pernah suatu malam dia merasa kemasukan semut sampai gak bisa bobo, sampai kami bawa ke UGD Sardjito. Ternyata kotoran telinganya berjenis keras sehingga harus dimaintain secara berkala ke rumah sakit untuk dibuang. Saat ini kami juga curiga dengan sikapnya yang kadang-kadang kurang respon kalo dipanggil dengan volume normal dan dalam kondisi dia tidak menyadari kalo ada yang memanggil. Ada kemungkinan : masalah telinga (pendengaran), konsentrasi yang terlalu penuh terhadap sesuatu, atau (lagi-lagi) lembam.

Perut
Tahun 2007 Fajar mendapat masalah dengan perutnya. Dokternya (dr. Titis dan dr. Amalia) bilang ini kemungkinan adalah Gastritis. Fajar harus banyak makan sayur dan buah.